Minggu, 22 Juni 2008

science

Ilmuwan Temukan Jejak Es di Mars

Minggu, 22 Juni 2008 - 15:40 wib


LOS ANGELES - Dugaan bahwa di permukaan Mars terdapat es semakin menguat. Ini diketahui setelah wahana tak berawak Phoenix Mars Landers yang mendarat di Mars pada 25 Mei lalu berhasil mendeteksi keberadaan gumpalan putih yang menguap beberapa saat setelah ditemukan.

Awalnya Ilmuwan Badan Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA) yang menjalankan misi tersebut menduga gumpalan itu adalah garam. "Zat berwarna terang yang sempat diambil Phoenix saat menggali parit tersebut adalah air yang membeku. Zat tersebut menguap setelah cukup lama terpapar di udara bebas," kata Peter Smith dari University of Arizona,Tucson dalam jumpa pers.

Smith menjelaskan, zat yang diyakini sebagai es itu ditemukan pada 15 Juni lalu di dasar parit Dodo-Goldilocks, salah satu bagian di Kutub Utara Mars. Saat Phoenix kembali meninjau bagian parit tersebut beberapa hari kemudian, zat itu sudah tidak terlihat. Smith menyatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut yang akan dilakukan di parit yang kini dinamai Snow White 2 itu.

Smith berharap, dalam beberapa pekan ke depan pihaknya mendapatkan lebih banyak bukti tentang keberadaan air di Planet Merah itu. Namun, dia tidak menjelaskan zat apa saja yang kemungkinan akan ditemukan Phoenix. "Masih ada banyak waktu untuk menguak apa yang ada di permukaan Mars. Ini berarti segala kemungkinan dapat terjadi," ujar Smith. (sindo//srn)

Galaksi Bimasakti Lebih Ringan Ketimbang Matahari

Kamis, 29 Mei 2008 - 09:20 wib

Sarie - Okezone


CALIFORNIA - Menurut penelitian yang baru-baru ini dilaksanakan, Galaksi Bimasakti diprediksi memiliki beban sekira satu triliun lebih ringan dibanding matahari.

Sebelumnya, diprediksi berat galaksi bimasakti hanya berada dikisaran 750 miliar hingga 2 triliun berat matahari. Namun prediksi ini ternyata salah dan para ilmuwan percaya bahwa ukuran berat kali ini sudah benar karena telah melalui metode yang diperbaharui.

Berat galaksi ini diperkirakan dikontribusi oleh beberapa elemen di dalamnya seperti perpaduan antara bintang, gas, debu dan sebuah senyawa gelap yang masih belum diketahui namanya.

"Galaksi ini ternyata memiliki berat yang lebih ringan dibanding yang sebelumnya telah kita duga. Ini artinya senyawa lain yang ada dalam galaksi tersebut masih tergolong sedikit sehingga konversi suplai hidrogen dan helium ke beberapa bintang akan lebih efisien," ujar juru bicara observatorium astronomi nasional China Xiangxiang Xue seperti dikutip melalui Space.com, Kamis (29/5/2008).

Dugaan sementara didasari pada jumlah total beban dari sekira kurang dari 500 objek di galaksi. Sedangkan metode baru ini didasari pada data sekira 2.400 bintang yang ada di galaksi. (srn)

Tidak ada komentar: